Hari Berkabung Kalbar 2026: Mengenang 21.037 Korban Tragedi Mandor dengan Mengibarkan Bendera Setengah Tiang
![]() |
| Ilustrasi bendera setengah tiang. / Wikimedia Commons |
LANDAK, Tuguborneo.id – Tepat 82 tahun lalu, ribuan warga Kalimantan Barat dibantai di Mandor, Kabupaten Landak. Hari ini, 28 Juni 2026, Kalbar kembali memperingati Hari Berkabung Daerah — momen yang tidak pernah boleh dilupakan.
Tragedi Mandor terjadi pada 28 Juni 1944 di masa pendudukan Jepang. Tentara Jepang melakukan pembantaian massal terhadap warga yang dianggap mengancam kekuasaan mereka. Korban berasal dari berbagai kalangan: tokoh adat, pemuka agama, kaum intelektual, hingga pejuang kemerdekaan.
Lebih dari 21 Ribu Jiwa Melayang
Sejarah mencatat sekitar 21.037 orang menjadi korban pembantaian ini. Angka itu jauh lebih besar dari pengakuan pihak Jepang yang hanya menyebut sekitar 1.000 korban.
Penetapan Hari Berkabung Daerah didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor. Setiap 28 Juni, masyarakat Kalbar mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol duka kolektif.
"Peringatan ini bukan sekadar seremonial. Ini bentuk penghormatan nyata kepada para pejuang dan pengingat agar generasi sekarang tidak melupakan sejarah daerahnya," ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jumat (26/6/2026).
Rangkaian Kegiatan Sepekan Penuh
Pemkot Pontianak mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 37 Tahun 2026. Surat itu mewajibkan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, hingga pimpinan BUMD berpartisipasi dalam rangkaian peringatan yang berlangsung 25 Juni hingga 1 Juli 2026.
Seluruh instansi diminta memasang spanduk, baliho, dan flyer dengan tema resmi: "Tidak Cukup Sekedar Anda Kenang, Tapi Kuharap Anda Teruskan Semangat Juangmu Untuk Memerangi Segala Bentuk Penjajahan."
Twibbon dan materi publikasi juga telah disiapkan agar masyarakat umum bisa ikut berpartisipasi secara digital.
Monumen Mandor, Saksi Bisu Sejarah
Taman Makam Juang Mandor di Kabupaten Landak menjadi pusat peringatan setiap tahunnya. Lokasi ini menyimpan sisa-sisa tulang belulang para korban dan menjadi tempat ziarah warga dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.
Peristiwa Mandor kini masuk dalam kurikulum pendidikan lokal Kalimantan Barat. Generasi muda diajarkan untuk mengenal tragedi ini sejak bangku sekolah dasar.
Semangat yang Harus Diteruskan
Peringatan Hari Berkabung bukan hanya tentang masa lalu. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap momentum ini menjadi pengingat untuk terus melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.
Edi Kamtono menambahkan, peringatan ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneladani semangat juang para pendahulu dalam membangun Kalimantan Barat.
Bendera setengah tiang hari ini berkibar di seluruh penjuru Kalbar. Bukan tanda kekalahan — tapi tanda bahwa kita masih ingat, dan tidak akan lupa.

Posting Komentar