IAIN Pontianak Bersiap Bertransformasi Jadi UIN, Pemprov Kalbar Beri Dukungan
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan terhadap rencana transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Transformasi tersebut dinilai dapat menjadi momentum penguatan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalbar.
Dukungan itu disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) XXIII IAIN Pontianak Tahun 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (17/9/2026).
Ria Norsan menegaskan, perubahan status IAIN Pontianak menjadi UIN bukan sekadar persoalan administratif. Menurutnya, transformasi tersebut harus menjadi langkah strategis untuk melahirkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan luas, nilai yang kuat, serta kepedulian terhadap masyarakat.
“Transformasi kelembagaan ini bukan sekadar perubahan status administratif belaka, melainkan sebuah lompatan besar untuk melahirkan SDM yang luas ilmunya, kuat nilainya, matang dalam berpikir, serta peduli terhadap masyarakat,” ujar Ria Norsan.
Ia menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam pembangunan Kalimantan Barat. Hal tersebut sejalan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang pada 2025 mencapai 72,09, meningkat dibandingkan 71,19 pada tahun sebelumnya.
Karena itu, peningkatan akses dan mutu pendidikan tinggi dinilai perlu terus didorong. Perguruan tinggi Islam negeri juga memiliki peran dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kapasitas diri. Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja, generasi muda dituntut mampu beradaptasi sekaligus tetap menjadikan ilmu dan iman sebagai landasan dalam kehidupan.

Posting Komentar