DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi

 

Aedes Mosquito and Renderings of Dengue Virions. / Foto: NIAID / Wikimedia Commons 

Tuguborneo.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terus bertambah. Hingga Jumat, 3 Juli 2026, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) mencatat 286 warga telah terjangkit penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini. Penyebaran hampir merata di seluruh kecamatan.

Hampir Seluruh Kecamatan Terdampak

Data Dinkes PP dan KB Kapuas Hulu menunjukkan penyebaran DBD sudah menjangkau hampir semua wilayah kecamatan. Dari sekian banyak kecamatan yang ada, hanya Boyan Tanjung yang hingga kini belum melaporkan kasus. Kecamatan Putussibau Utara menjadi wilayah dengan penderita terbanyak, mencapai 51 kasus. Angka ini menempatkan ibu kota kabupaten sebagai titik pantau utama petugas kesehatan.

Kapuas Hulu dikenal sebagai kabupaten dengan wilayah luas dan curah hujan tinggi sepanjang tahun, kondisi yang membuat genangan air mudah terbentuk di permukiman warga. Faktor geografis ini turut mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, terutama pada musim peralihan seperti sekarang.

Kondisi Pasien Berangsur Membaik

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PP dan KB Kapuas Hulu, Benidiktus, menyampaikan sebagian besar pasien sudah menunjukkan perbaikan kondisi. Ia mengatakan pasien saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisinya benar-benar stabil.

Menurutnya, belum ada laporan pasien yang masih dirawat inap di rumah sakit hingga hari ini. Pelayanan di puskesmas umumnya berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian terapi sesuai kondisi pasien sebelum diperbolehkan menjalani pemulihan mandiri di rumah. "Untuk sementara kondisinya masih aman," ujar Benidiktus.

Dinkes Ingatkan Warga Tak Lengah

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Sudarso, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sebagian besar pasien sudah dinyatakan sembuh. Tren kasus yang masih meningkat dinilai perlu direspons dengan langkah pencegahan yang konsisten di tingkat rumah tangga.

Dinkes kembali menyerukan gerakan 3M yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas penampung air sebagai langkah utama memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Warga di kecamatan dengan kasus tinggi diminta lebih aktif memantau lingkungan sekitar tempat tinggal, terutama pada musim hujan yang masih berlangsung di wilayah Kapuas Hulu hingga awal Juli ini.

Petugas kesehatan di tingkat kecamatan dan desa turut dilibatkan untuk memantau perkembangan kasus serta melakukan penyuluhan door to door di wilayah dengan jumlah penderita tinggi, termasuk Putussibau Utara.

Dinkes PP dan KB Kapuas Hulu memastikan terus memantau perkembangan kasus DBD di seluruh kecamatan dan mengimbau warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala demam tinggi mendadak.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi
  • DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi
  • DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi
  • DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi
  • DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi
  • DBD Kapuas Hulu Tembus 286 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi

Posting Komentar