Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia, Pemkot Pontianak Segel Lahan Terbakar
![]() |
| Ilustrasi kebakaran hutan. / Foto: Wikimedia Commons / Domain Publik |
Tuguborneo.id – Kalimantan Barat mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026, mencapai 28.216,31 hektare. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding Riau di posisi kedua, memicu Pemerintah Kota Pontianak menyegel lahan terbakar di Jalan Perdana Ujung dan memproses hukum pemiliknya, Selasa (28/7/2026).
Kalbar Lampaui Provinsi Lain
Data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan menempatkan Kalimantan Barat jauh di atas provinsi lain di Pulau Kalimantan. Riau tercatat 15.318,03 hektare, disusul Kalimantan Tengah dengan 2.915,11 hektare. Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan tercatat jauh lebih rendah.
Titik api tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sambas, Kayong Utara, hingga Kota Pontianak. Lahan gambut yang mudah terbakar saat kemarau menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran cepat meluas di wilayah ini.
Pemkot Pontianak Ambil Langkah Tegas
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama Forkopimda pada Selasa (28/7/2026). Satu lahan terbakar di Jalan Perdana Ujung disegel, sementara pemiliknya diproses hukum dan terancam sanksi denda.
Edi menegaskan patroli pencegahan terus digencarkan bersama TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni. "Kita bentuk tim dan melakukan penegakan hukum apabila terjadi kesengajaan membakar lahan," ujar Edi di Pontianak.
Pemkot Pontianak mengubah strategi penanganan usai evaluasi Januari–Maret 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya menghadapi satu periode karhutla pada Agustus–September, kebakaran tahun ini muncul lebih awal dan meluas.
BPBD Kerahkan Patroli Darat dan Udara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat memasifkan patroli terpadu darat dan udara untuk mendeteksi titik panas sejak dini. Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, menyampaikan tim gabungan telah memadamkan karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sambas, dan Kayong Utara.
Penanganan melibatkan BPBD Provinsi Kalbar, Manggala Agni, TNI/Polri, BMKG, serta relawan pemadam kebakaran swasta. Kabut asap dari karhutla juga sempat memengaruhi kualitas udara di Kota Pontianak dan menurunkan jarak pandang pada sejumlah wilayah.
Desakan Penegakan Hukum ke Korporasi
Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar, Herman Hofi Munawar, mendesak penegakan hukum lebih tegas terhadap korporasi yang wilayah konsesinya berulang kali terbakar. Menurutnya, karhutla yang terus berulang menandakan pencegahan belum berjalan optimal dan perlu evaluasi menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan.
Herman menyebut pemadaman api saja tidak cukup tanpa menyentuh akar persoalan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia menilai data karhutla tertinggi nasional tahun ini harus menjadi bahan evaluasi total, khususnya terhadap perusahaan perkebunan dan kehutanan di Kalbar.
Sejumlah polsek di wilayah Kalbar, seperti Polsek Menjalin, turut mengintensifkan patroli dan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada masyarakat.
Pemkot Pontianak dan BPBD Kalbar menyatakan patroli pencegahan karhutla akan terus digencarkan selama musim kemarau berlangsung.

Posting Komentar