Pemadaman Listrik Bergilir Lumpuhkan Usaha Kecil di Pontianak
![]() |
| Ilustrasi pemadaman bergilir, suasana terlihat sangat gelap. / Foto: Manggisjeruk / Wikimedia Commons |
Tuguborneo.id – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada Jumat, 3 Juli 2026, berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Di Kota Pontianak, pelaku usaha mengaku seluruh proses produksi terhenti karena peralatan kerja bergantung penuh pada aliran listrik.
Produksi Terhenti di Jam Sibuk
Erik, pengusaha percetakan di Kota Pontianak, menjadi salah satu pihak yang merasakan dampak langsung. Ia mengatakan seluruh pekerjaan di tempat usahanya bergantung pada listrik sehingga aktivitas produksi otomatis berhenti total saat pemadaman terjadi. "Enggak bisa kerja. Semua pekerjaan di sini pakai listrik," kata Erik.
Ia menilai pemadaman pada pagi hari jauh lebih mengganggu dibandingkan malam hari karena bertepatan dengan jam produktif kerja. Menurutnya, pemadaman malam relatif tidak terlalu terasa, namun ketika terjadi pagi hari saat warga baru memulai aktivitas, dampaknya langsung dirasakan seluruh pelaku usaha di sekitarnya.
Pemadaman bergilir sebelumnya juga sempat terjadi di beberapa wilayah lain Kalimantan Barat pada Kamis, 2 Juli 2026, termasuk Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Pola pemadaman yang berulang dalam dua hari beruntun ini memperbesar keresahan pelaku usaha di kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Barat.
Pengamat Soroti Minim Pemberitahuan
Pengamat Hukum dan Kebijakan, Herman Hofi Munawar, menilai pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya menimbulkan kerugian nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha. Ia menyebut Pontianak sebagai kota dagang dan jasa sangat rentan terdampak ketika pasokan listrik terhenti dalam waktu lama tanpa kepastian jadwal.
Kondisi ini turut memunculkan reaksi dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kalbar, Suriansyah, sebelumnya meminta PLN mengantisipasi agar pemadaman seharian tidak kembali terulang, mengingat dampaknya yang meluas terhadap roda perekonomian warga di berbagai sektor usaha.
PLN Sebut Langkah Manajemen Beban
Sementara itu, PLN Kalimantan Barat menyampaikan pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari langkah manajemen beban yang dilakukan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Kalbar. Langkah ini diambil menyusul gangguan operasional pada salah satu pembangkit listrik.
Pelaku usaha di Pontianak berharap PLN dapat memberikan informasi jadwal pemadaman lebih awal agar mereka bisa menyesuaikan jam operasional dan meminimalkan kerugian akibat proses produksi yang terhenti mendadak.
Hingga berita ini disusun, PLN UID Kalimantan Barat menyatakan seluruh personel telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar kondisi kembali normal secepat mungkin bagi warga dan pelaku usaha di Kalbar.

Posting Komentar