Titik Panas Kalbar Tertinggi Nasional, OMC Dijadwalkan Agustus
Pontianak, Tuguborneo.id – Jumlah titik panas di Kalimantan Barat tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional per 31 Juli 2026. Dikutip dari Tribun Pontianak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.083 titik panas di provinsi ini, jauh melampaui Papua Selatan dan Riau.
Kalbar Lampaui Provinsi Lain
Berdasarkan laman resmi BMKG yang dilansir Tribun Pontianak, Kalimantan Barat mencatat 1.083 titik panas per 31 Juli 2026, disusul Papua Selatan dengan 635 titik dan Riau di posisi ketiga dengan 614 titik. Angka ini menegaskan status Kalbar sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Indonesia tahun ini.
BMKG memprediksi jumlah titik panas berpotensi terus meningkat mengingat kondisi cuaca di Kalimantan Barat yang masih tergolong kering dengan curah hujan minim pada beberapa pekan terakhir.
OMC Dijadwalkan Agustus-September
Dilansir dari Tribun Pontianak, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat, Sutikno, menyampaikan proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalbar terjadwal pada Agustus dan September 2026. Sutikno menyebut implementasi kebijakan tersebut masih sesuai jadwal yang direncanakan sebelumnya.
"Sementara tentative waktunya. Jadwal OMC masih sesuai jadwal itu," kata Sutikno sebagaimana dikutip Tribun Pontianak. OMC merupakan upaya rekayasa cuaca untuk memicu hujan buatan guna membantu memadamkan titik api serta menambah pasokan air di wilayah rawan kekeringan.
Dampak Kekeringan yang Meluas
Kondisi kering yang melanda Kalimantan Barat sejak awal musim kemarau membuat lahan gambut semakin rentan terbakar. Sejumlah kabupaten seperti Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, dan Sambas tercatat menjadi wilayah dengan titik panas cukup tinggi selama beberapa pekan terakhir.
Peningkatan titik panas ini turut berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Pontianak, yang belakangan diselimuti kabut asap tipis pada pagi hingga malam hari.
Harapan Percepatan OMC
Masyarakat berharap pelaksanaan OMC dapat dipercepat mengingat kondisi titik panas yang terus bertambah setiap harinya. BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan operasi tersebut.

Posting Komentar