7.377 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Gubernur Perkuat Patroli 24 Jam
Pontianak, Tuguborneo.id – Sebanyak 7.377 titik panas terdeteksi tersebar di wilayah Kalimantan Barat, seiring memburuknya kualitas udara Kota Pontianak yang masuk kategori berbahaya. Dikutip dari Kompas.com, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memerintahkan penguatan patroli dan pemadaman dini selama 24 jam di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi Sangat Mudah Terbakar hingga 5 September
Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan peta potensi kemudahan terjadinya karhutla dari BMKG Stasiun Meteorologi Supadio, hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar hingga Sabtu, 5 September 2026. Kondisi ini menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kewaspadaan di lapangan.
Norsan menegaskan penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi patroli rutin dan strategi initial attack, yakni upaya pemadaman dini yang dilakukan secepat mungkin begitu titik api ditemukan di wilayah rawan.
Water Bombing hingga Pembasahan Gambut
Masih dikutip dari sumber yang sama, pemerintah turut menyiapkan dukungan pemadaman udara menggunakan water bombing untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses tim darat. Selain itu, upaya pembasahan lahan gambut atau rewetting serta pembangunan sekat bakar turut digencarkan untuk mencegah api meluas.
"Kami meminta seluruh jajaran di lapangan untuk terus memperkuat patroli dan pemadaman dini. Semakin cepat api ditemukan dan dipadamkan, semakin kecil risiko kebakaran meluas," ujar Norsan, sebagaimana dikutip Kompas.com.
Imbauan kepada Masyarakat
Dikutip dari Kompas.com, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah dan sisa vegetasi yang berpotensi memicu kebakaran baru. Warga di wilayah terdampak asap juga diimbau menggunakan masker medis atau masker N95 saat beraktivitas di luar rumah.
Norsan menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah provinsi dalam penanganan karhutla yang masih berlangsung hingga awal September 2026.
Kolaborasi Semua Elemen Masyarakat
Norsan berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga lingkungan dan mendukung upaya penanganan karhutla yang tengah dilakukan pemerintah, mengingat kondisi cuaca kering diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Posting Komentar