Udara Pontianak dan Kubu Raya Masuk Kategori Berbahaya, AQI Tembus 300+
Pontianak, Tuguborneo.id – Kualitas udara di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diprakirakan tetap berada dalam kategori berbahaya pada Jumat, 4 September 2026. Dilansir dari Tribun Pontianak, situs pemantauan kualitas udara IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) di kedua wilayah tersebut menembus angka 300 lebih.
Pontianak dan Kubu Raya Terparah
Dikutip dari Tribun Pontianak, Kota Pontianak tercatat berada pada AQI 300+ dengan konsentrasi PM2.5 di atas 240 mikrogram per meter kubik, sementara Kabupaten Kubu Raya mencatat PM2.5 sekitar 260 mikrogram per meter kubik. Kedua angka tersebut jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan untuk kesehatan pernapasan manusia.
Kondisi ini menjadikan Pontianak dan Kubu Raya sebagai dua wilayah dengan kualitas udara terburuk di Kalimantan Barat, di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sebagian besar provinsi tersebut.
Wilayah Lain Ikut Terdampak
Masih dilansir dari sumber yang sama, Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang tercatat masuk kategori sangat tidak sehat dengan AQI berkisar 160. Sementara itu, Kabupaten Mempawah, Landak, Sambas, dan Sanggau berada pada level tidak sehat dengan AQI berkisar 100 hingga 150.
BMKG mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker sesuai standar kesehatan guna mengurangi risiko paparan partikel udara berbahaya tersebut.
Dampak Berkepanjangan dari Karhutla
Kondisi udara yang memburuk ini merupakan dampak lanjutan dari karhutla yang telah melanda Kalimantan Barat sejak awal musim kemarau. Pemerintah Provinsi Kalbar sebelumnya mencatat ribuan titik panas tersebar di berbagai kabupaten, dengan kondisi lahan yang masih tergolong sangat mudah terbakar hingga awal September 2026.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan diminta membatasi aktivitas di luar ruangan selama status kualitas udara masih berada dalam kategori berbahaya maupun sangat tidak sehat.
Pemantauan Terus Berlanjut
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan data kualitas udara resmi, baik dari IQAir maupun instansi pemerintah terkait, sebagai acuan dalam menentukan aktivitas harian selama kabut asap masih berlangsung.

Posting Komentar